Home Road Race Kejurnas One Prix Ditinggalkan Beberapa Tim Balap

Kejurnas One Prix Ditinggalkan Beberapa Tim Balap

2300
0
SHARE

IndonesiaRacing.Com – Kabar One Prix 2024 belum terdengar agenda tetapnya, sudah ada rumor penolakan dari beberapa tim peserta. Penyebab rumor penolakan tersebut karena adanya regulasi One Prix memberatkan tim yang di mengikuti kontraknya.

Isu besar nominal yang harus disetor oleh tim adalah deposit yang rumornya hingga di angka 500 juta untuk awal balap, meskipun pihak OMM sebagai promotor penyelenggara One Prix mengembalikan di akhir tahun. Nilai tersebut sebagai persyaratan mutlak yang harus dipenuhi oleh peserta, dan harus disetor hingga bulan Juni mendatang.

Selain nilai fantastis tersebut, peserta One Prix harus berkewajiban berbadan usaha Perseroan Terbatas atau PT. Tim peserta yang sudah terbebani dengan uang pendaftaran dan operasional balapan tiap seri, harus ditambah proses dan biaya administrasi persyaratan pembuatan legal Perseroan Terbatas (P.T).

Penolakan tim mencapai jumlah mayoritas yang menolak aturan regulasi untuk mengikuti One Prix 2024. Dengan situasi begini, penolakan mayoritas tim pastinya akan berimbas dilanjutkan atau tidaknya One Prix dengan kondisi peserta total mundur.
Kabarnya kekompakan tim balap yang menolak aturan regulasi One Prix ini sepakat mundur. Jika tidak ada solusi dari OMM penyelenggara One Prix.

Perkembangan Kabar Dari Respon Racing Team
Perkembangan dari soal kebijakan pihak One Motorsport Management (OMM) sebagai promotor Kejurnas One Prix yang memberatkan tim balap yang dikontrak untuk mengikutinya. Respon dari Racing team berlanjut dengan mengatakan mundur sebagai peserta Kejurnas One Prix 2024.

Kabar mundurnya para peserta One Prix 2024 mulai muncul dari tim ASR VMK Racing Team asal Sulawesi Tenggara, Yamaha LFN HP969, Tim Yamaha Akai Jaya Asal Palu Sulawesi Tengah, Honda BKJU Racing Team.

keputusan tim ASR VMK Racing Team asal Sulawesi Tenggara, yang diunggah pada akun instagramnya, yang dengan jelas dan tegas menyatakan off atau tidak ikut alias berhenti dalam balap Kejurnas One Prix 2024. Tim milik Andi Adriansyah, dengan permasalahan pada One Prix yang tidak akan diikutinya dan memilih kejuaraan prioritas lainnya yang lebih efektif.
Tim ASR VMK, pada One Prix musim 2023, meraih juara nasional seeded (OP1) dengan pebalapnya Hafid JW Pratama. Akhirnya tim ASR VMX, memutuskan untuk fokus mengikuti Kejurnas MRS 2024 (Mandalika Racing Series 2024) dan Yamaha Sunday Race 2024 (YSR 2024).

Kemudian berita berhentinya mengikuti Kejurnas One Prix 2024 datang dari tim Yamaha LFN HP969 melalui akun Instagram pemiliknya H. Putra Rizky. Keputusan tim Yamaha LFN HP969, secara tegas meninggalkan Kejurnas One Prix 2024. Yamaha LFN HP969 untuk kompetisi 2024, hanya fokus untuk Kejurnas MRS 2024 dan Asia Road Racing Championship 2024 (ARRC 2024) dan kejuraan yang diselenggarakan LFN HP969.

Kabar berikutnya dihadirkan oleh Tim Yamaha Akai Jaya, yang juga menegaskan mundur sebagai peserta Kejurnas One Prix 2024. Tim Senior yang berbasis sebagai Main Dealer Yamaha di Sulawesi Tengah ini, mundur sebagai peserta Kejurnas One Prix 2024 dengan alasan minimnya apresiasi OMM hingga terbit peraturan yang mengatur dengan poin memberatkan tim peserta. Bahkan pemilinya, Andi Raja Limbunan juga menguraikan efek aturan yang memberatkan tersebut berujung menurunnya daya dukung sponsor untuk tim.

Bagi Andi Akai, loyalnya tim peserta kepada One Prix sejak dihadirkan tahun 2019 tidak dibarengi dengan minusnya apresiasi kepada tim, dan yang ada hanya terkesan menyulitkan tim peserta.
Seperti tim lainnya, Yamaha Akai Jaya Racing Team akan mengalihkan konsentrasinya untuk Kejurnas MRS dan YSR sebagai kejuaraan wajib bagi tim Yamaha.

Kubu tim pabrikan Honda masih belum merespon soal aturan baru Kejurnas One Prix. Hanya ada yang menyatakan mundur dari tim Honda BKJU. Umumnya tim yang didukung oleh Honda lebih kuat aksen prosedural yang telah ditetapkan oleh principal yang lebih terkonstruksi.

Dengan berbagi respon dari tim balap hingga pengamat dan menurunnya atensi sponsor, sebagai bukti Kejurnas One Prix 2024 sudah tidak diminati. Ujung keputusan tim akhirnya kearah kejuraan yang lebih efektif dan strategis tanpa membebani berlebihan yang memberatkan tim peserta dari sisi riset dan pendanaan operasional tim.

Mampukan OMM sebagai penyelenggara One Prix menyelesaikan persoalan tentang aturan yang memberatkan racing team. Bagaimana tindakan IMI menengahi hingga memberikan solusi dari permasalahan One Prix 2024? #BerbagaiSumber.