Home Grasstrack Kelas Bebek di Kejurnas Grasstrack Digantikan Kelas Trail

Kelas Bebek di Kejurnas Grasstrack Digantikan Kelas Trail

2222
0
SHARE

IndonesiaRacing.com – Regulasi Grasstrack tahun 2024 telah diketuk palu, didominasi kelas berbasis motor trail. Dengan begitu fenomena kelas bebek yang melegenda selama ini tidak lagi diperlombakan di kejurnas Grasstrack. Digantikan kelas Trail.

Berdasarkan hasil rakornas IMI 2024, untuk kejurnas tidak lagi diperlombakan motor balap Grasstrack berbasis mesin bebek. Dan ini adalah hasil keputusan yang dihadiri perwakilan pengprov. Kelas-kelas di kejurnas telah terbentuk:
Daftar Kelas Kejurnas Grasstrack 2024 adalah:
GTX 1 – Trail Standar 155 Pro
GTX 2 – Trail Standar 155 Pemula
GTX 3 – Trail Standar 155 Wanita
GTX 4 – Trail Tune Up 180 Pro
GTX 5 – Trail Standar Pabrik Pemula

Beragam tanggapan penggiat Grasstrack
Kabar ini tentu menuai tanggapan, bahkan mengagetkan tim Privater hingga tim level utama. Juga terhadap pemilik tim, pebalap sendiri hingga promotor club event Grasstrack tanah air.
Sebelum disahkan pada rakornas 2024, penggiat Grasstrack memang telah yakin dengan kelas yang akan dibawa dan diajukan dalam rakornis. Makanya, mereka telah bersiap membangun motor Grasstrack dengan basis motor bebek underbone mesin berdiri 150cc.

“Rencana awalnya memang begitu, tapi sekarang mungkin ada kebijakan yang menurut di rakornas lebih baik lagi, “ ujar Widya dari promotor Lightning Production.

”Motor balap Grasstrack bebek masih menjadi idola, dan hanya ikut dikelas supporting saja juga di club event, padahal seru banget kalau ada kelas mesin berdiri 150cc ECU standar. Rata-rata tim sudah menyiapkan untuk musim 2024 dan seterusnya. Jadinya ya, tetap jadiin dan kelas ini pasti akan disambut oleh promotor non kejurnas yang diprediksi pesertanya banyak,” ujar H. Hilman Laksana ayah dari M. Athar. yang juga sedang mempersiapkan motor Grasstrak berbasis mesin bebek berdiri.

Lanjut H. Hilman Laksana, untuk kelas bebek 150 ECU Standar semua merek memiliki mesin berdiri bebek 150cc, hanya minus Kawasaki yang baru beredar di 125cc. Pasalnya, Mesin berdiri pake frame standar, bagi penggiat grasstrack juga memiliki karakter dan layak di perlombakan.

“Mesin berdiri pake sasis standar, juga memiliki karakter dan layak paling dimainkan di kejuaraan non kejurnas dengan disediakan hadiah besar,”ungkap Hawex Husnaeni Wakil Kabid Roda Dua IMI Jawa Barat.

Hasil keputusan tersebut memang dipicu dan berdasarkan atensi, masukan para wakil dari seluruh pengprov dalam menentukan kelas hingga regulasi yang akan ditetapkan. Sayangnya para wakil pengprov tersebut tidak menghadirkan dialog dan argumen untuk mewakili harapan para komunitas penggiat Grasstrack. Hasilnya para wakil pengprov tidak memperjuangkan kelas yang memang ramai peserta seperti bebek modif dan sport modif.

Info yang didapat, untuk kelas trail 180cc Pro, spek rangka memakai sport 250cc tahun 2023, cuma bore down saja ke 180 cc dan menunggu hasil rakornis untuk detail regulasinya. Saat ditanyakan ke Akbar Toufan juga mengatakan,” benar mas, infonya untuk kelas trail 180 Pro pakai spek rangka sport 250 cc ditahun 2023, kita menunggu hasil di rakornis untuk soal regulasinya, ”ujar Toufan#86.

Jadi nasib yang sudah bikin motor balap grasstrak berbasis mesin bebek seharga ratusan juta, kini hanya bisa dimainkan dalam perlombaan entry level. Karena hanya club event yang selalu ramai dikuiti peserta di kelas yang sudah berjalan seperti Bebek modif dan sport Trail.

“Untuk Semua Club Event pasti sampai kapanpun Kelas-kelas yang sudah berjalan seperti Bebek Modif dan Sport trail tidak akan hilang karena paling Seru,” jelas Tira NR, racing commite yang biasa tugasnya dikamar hitung.

Konfirmasi soal regulasi yang telah di ketuk palu di rakornas, berdasarkan masukan dari pengprov yang dibahas dalam rakornis (rapat koordinasi teknis).

“Tahun ini, sudah fix disahkan untuk kelas Grasstrack total berbasis motor Trail yang diproduksi dan di pasarkan Indonesia, dengan lima katagori. Hanya peraturan teknis di regulasi nantinya di perdalam. Memang tahun ini minus kelas bebek modif yang menjadi favorit dan motornya sudah banyak mengikuti kejuaraan Grasstrack, “ungkap Iwa Kusdinar Direktur Komisi Grasstrack IMI Pusat.

Lanjut Iwa, bisa saja kelas ada penambahan, tapi syaratnya harus dari suara pengprov yang dominan mendukung kelas ataupun regulasi yang diajukan dengan batas waktu yang ditentukan oleh IMI.

Regulasi secara detailnya, berlanjut dibahas oleh komisi Grasstrack IMI Pusat, yang bisa saja ada penambahan berdasarkan pertimbangan teknis dari masukan perwakilan pengprov. Hasil regulasi kelas ini, diprediksi kejuaraan Grasstrack club event akan lebih ramai dari kejurnas. Alasannya motor balap di kelas non kejurnas sudah siap berlomba dengan atmosfir atensi publik Grasstrack yang sangat tinggi untuk kelas Bebek dan Sport modif.

Langkah kebijakan dari pengambil keputusan di PP-IMI soal balapan murah, tentu berseberangaan dengan realita di dunia balap yang jauh dari kata balapan murah. Semoga ada solusi terbaik dalam menghadirkan kelas yang banyak manfaat dari penggiat Grasstrack, prestasi pebalap dan kemajuan industri produk pendukung. #BerbagaiSumber