Home Motocross 50th Motocross Indonesia, IMA Fokus Mengembalikan Kualitasnya

50th Motocross Indonesia, IMA Fokus Mengembalikan Kualitasnya

2342
0
SHARE

Indonesia Racing.com – Eksistensi Motocross Indonesia tahun ini genap memasuki usia 50 tahun, dan telah banyak mencatat sejarah dari antar generasi. Perayaan 50 tahun Motocross Indonesia, selain reuni antar lintas generasi pebalap Motocross, juga untuk menghasil solusi untu masa depan Motocross Indonesia. Saat in kondisi motocross Indonesia memang harus lebih diperkuat untuk menyelematkan berbagai bagiannya.

Pemersalahannya regulasi, kualitas event dan perhatian soal pembinaan dan jenjang karir yang masih di kesampingkan oleh pejabat IMI di bidangnya. Kurangnya memperhatikan Kualitas kompetisi Motocross banyak berdampak positif bagi industri yang berkaitan.

Pada Sabtu-Minggu 8-9 Juni 2024, seluruh pelaku motocross Indonesia berkumpul di Yogyakarta, untuk menghasilkan upaya menyelamatkan kualitas penyelenggaraan dan pembinaan atlit balap Motocross. Acara yang diselenggarakan oleh Indonesia Motocross Association (IMA), menargetkan menjalankan fungsi asosiasi sebagai wadah bagi penggiat komunitas motocross Indonesia.

IMA sebagai Asosiasi penggiat Motocross di Indonesia, Ingin, setelah momen Anniversary Motocross Indonesia 2024 dapat memberikan dampak dan inspirasi kualitas regenerasi dan kompetisi yang kuat. Sehingga, generasi penerus yang berkarir sebagai pebalap Motocross mendapatkan efek kehidupan yang baik dari prestasi dan masa depannya. Para legenda Motocross Indonesia berkumpul di Yogyakarta 8-9 Juni 2024, disaksikan generasi baru pebalap Motocross. Selain temu kangen apakah menghasil solusi untuk masa depan Motocross Indonesia? Seyogyanya harus mendapat hasil istimewa.

IMA berharap, pengelolaan seluruh aspek Motocross Indonesia yang berkualitas memberikan dampak positif, pebalap Motocross Indonesia dapat meraih prestasi Nasional dan Internasional. Jika pengelolaan event diaransemen lebih hidup dan tertata, maka daerah tempat berlangsungnya event akan menumbuhkan industri kreatif, menghidupkan wisata daerah dan Nasional.

Konsep dalam penerapan event balap garuk tanah di Indonesia, terbilang salah posisi dan tidak memiliki opsional maksimal, makanya kompetisi motocross kualitasnya menurun. Soal tersebut bertambah belum full performance, organisasi yang membidangi olahraga motorsport untuk kompetisi Motocross.

Hasil dari perayaan 50 tahun Motocross Indonesia, yang telah menghasilkan pembaharuan skema organisasi juga akan berlanjut kepada konsolidasi pihak eksternal.” Momen 50 tahun kita manfaatkan untuk berkumpul melakukan reuni dan diskusi untuk pembaharuan skema motocross Indonesia yang akhir-akhir ini menurun kualitasnya, seiring dengan kurang perhatian fokus pada organasasi motorsport sebagai induknya, Jadi IMA akan upayakan lebih maksimal dalam mendorong induk organisasi dan beberapa pihak yang terkait dan berpotensi mendukung perencanaan pembaharuan soal Motocross, “ungkap H. Ronny Karno pendiri IMA.

Berdasarkan histori awal, motocross IMA sebagai Asosiasi Motocross Indonesia berencana ingin menghidupkan kembali dan mengharapkan generasi penerus khususnya atlit Motocross. Melalui momentum 50 tahun Motocross Indonesia dapat terbuka ruang atas keberlangsungan Motocross yang lebih berkualitas dan berkuantitas.

Sejarah Eksistensi Motocross Indonesia dan Lintas Generasi Pebalap
Sejarah Motocross Indonesia mencatat dengan latar belakang dari aktifitas kelompok motor trail di Bandung di tahun 1970-an. Hingga seiring berjalannya dari aktifitas komunitas Motor trail menghasilkan nama besar pebalap Motocross Indonesia seperti : Popo Hartopo #1, Rinto Waluyo #123, Benny Whois, Bandung Sunggoro #124, yang kemudian dilanjutkan bintang motocross lainnya dari wilayah berbeda.

Ditahun yang sama dari wilayah lainnya muncul nama – nama dengan daya kompetitifnya sangat rapat dengan pebalap beken , seperti : Pungky WS #79, Bambang Tebok Prabowo #7, Tony Usman #22, Sulistyo Wibowo #1, Sigit Koke, Satya Sunarso #72, Mamad Yusuf #122, Agus Budiman, Hendro Pitono #122, Atep Dombret #134, Erwin Mancha, Danang P #75, Donny W. #25/1975, Momo Harmono #66,Tonno K Santana #27, Tommy Ernawan #180, Mas Maryanto dan Momo Harmono #66.

Generasi atlit balap Motocross Indonesia terus berjalan regenerasinya, yaitu di era 1980, terdapat nama – nama pebalap, seperti : Andre Jess #88 dan Wilman Jess #89, Daniel Tangka #46, Johny Pranata #7,Tong Enk #90, Asep Hendro #162, Roni Karno #49, Peter Tanujaya #36, Frans Tanujaya #18, Iwan Ciss Hermawan #48, Vicky Sudarsana #12, Edy Sumampouw, Ferry irawan #21.

Generasi 70an dan era 80an, saat masih aktif berlomba, sempat berhadapan dengan energi muda dari pebalap bertalenta di tahun 1990-an, sebut saja nama-nama yang dominan adalah : Dwi Sugiarto #43, Tri Priyo Nugroho #66, Oke D Junjunan #99, Dadan Nugraha #16, Dede Axo #8, Aep Dadang #35, Irwan Ardiansyah #75, Denny Orlando #2, Febby Aribowo #6, Zulfikar #61, Hendra Kumala #23.

Generasi di tahun 2000 an juga hadir, pebalap kesohor Motocross Indonesia, seperti: Agi Agassi #17, Hannu Marherbe #9, Iwan Hermawan #26, Adi Aprian #27, Andre Sondakh #101, Aldi Lazaroni #88, Alexander Wiguna, Arma Yoga, Yusuf Irawan #72, Aris Setyo, Feddy Bagong Kurniawan, dan Farhan Hendro #162.

Kemudian generasi terkini (2024), yang harus menjadi perhatian serius, seperti: M Athar Alghifary #23, Djanoko Mahija Aribowo #7, Riski Gemilang #29, Raditya #51, Ibrahim Khoirulah #54, Stefano Garaldo #7, Desmont #99, Fadila Navara 73, M Rizky Ramadhan #1, I Kadek Kompyang #115, Joshua Patipi, Egen Xavier #35, Adit, Muhamad Arsenio Algifari #114, Sheva Ardiansyah #75, Orel Lubis #22, Angga Lubis #17, Delvintor Alfarizi #325, I Gusti Ngurah Diva Ismayana #26, Nakami Vidi Makarim #29, Hilman Maksum #24,Rafi Geraldio Tangka #47, Nuzul Ramzidan #317, Nakami vidi Makarim, #29, Eliot Roland King #98, Mikael Alvaro Lazarini #88, Abdilah Garising #19, Attila Yasa Hermawan #48, Daffa Ardiya, Husaini, Marvin Vilopoto #25.

Perjalanan antar lintas pebalap Motocross Indonesia dari masa kemasa, kini menghadapi tantangan untuk kembali menyelematkan dan menghidupkan soal kualitas penyelenggaraan dan kualitas pembinaan hingga penjenjangan. #NDR