Home Road Race Grand Final Motoprix Aceh Timur – Pecahkan Rekor Tradisi Motoprix

Grand Final Motoprix Aceh Timur – Pecahkan Rekor Tradisi Motoprix

1257
0
SHARE

Perhelatan Grand Final Motoprix 2017 yang di jadwalkan berlangsung 2-3 Desember 2017, banyak mengandung kontroversi sebelum event berlangsung. Padahal proses sebelum event, Pengprov IMI Aceh dan Korwil IMI Aceh Timur telah melewati prosedur seperti merespon tawaran PP IMI kepada seluruh Pengprov yang ingin menjadi tuan rumah. Sampai dengan batas waktu yang ditetapkan hanya Pengprov IMI Aceh yang merespon soal bersedianya menjadi tuan rumah gelaran raja raja kejurnas Motoprix 2017. Aceh Timur di pilih Oleh pengrov IMI Aceh dengan pertimbangan sangat matang mulai dari dukungan sang Bupati H.Hasballah Bin HM. Thaib dan infrastrukturnya telah siap.

Kabupaten Aceh Timur memiliki luas wilayah 6.040,60 km2 dengan perhitungan sistem informasi geografis seluas 5.427,26 Km2 yang terdiri dari 24 Kecamatan, 45 pemukiman, 8 pemukiman persiapan dan 513 Gampong, wilayah laut kewenangan sejauh 4 mil garis pangkal seluas 719,01 km2, wilayah udara di atas daratan dan laut kewenangannya.

Tentunya PP IMI telah mempelajari soal pengajuan Kabupaten Aceh Timur mulai dari proses prosedural hingga persiapan venue hingga kelayakan penyelenggaraan. Lokasi sirkuit dengan karakter perbukitan, makanya lay out sirkuit dominan kombinasi roling speed dan straight.

IndonesiaRacing.com hadir langsung untuk membuktikan antara pengajuan Pengprov IMI Aceh dan Korwil IMI Aceh Timur dan keputusan PP IMI menetapkan Sirkuit Komplek Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur memang tepat. Tentunya yang terjadi di Grand Final Motoprix 2017, jauh berbeda dengan tanggapan miring pihak – pihak yang tidak mengetahui secara detail seperti apakah kesiapan dan keseriusan panitia dengan dukungan Bupati Racing nya. Kabupaten Aceh Timur telah menggelontorkan dana 950 juta hingga 1 Milyar dalam penyelenggaraan momentum pertarungan para raja kejurnas Motoprix.

Ternyata motivasi pemerintah Kabupaten Aceh Timur selain untuk mengukur kemampuan dalam menyelenggarakan kejuaraan Nasional Road Race sebagai pelengkap ketika menjadi tuan rumah Kejurnas Motocross tahun 2016. Sang raja Kabupaten Aceh Timur H.Hasballah Bin HM. Thaib dengan dukungan penuh untuk kegiatan motorsport sesuai hobinya. Rocky adalah sapaan akrabnya sang Bupati sebagai raja Aceh Timur ke 25 dengan kegemarannya pada kegiatan olahraga automotif.

Meski hanya dihadiri para juara region dari empat wilayah region, minus region 6 Maluku – Papua dan Region 3 Bali, NTT, NTB ( ditutup ), kualitas penyelenggaraan dan kesemarakan kompetisi luar biasa. Dengan lintasan di kondisi 95% layak ini, pertarungan pembalap terbaik dua pabrikan sangat ekstra ketat. Penampilan pembalap juara per region ini disaksikan oleh puluhan ribu masyarakat Aceh Timur. Momentum ini digunakan oleh Bupati H.Hasballah Bin HM. Thaib sebagai bagian dari pesta rakyatnya yang ternyata juga sangat hobi racing. Ketika diminta opininya soal penyelengggaran Grand Final Motoprix Aceh Timur,para pembalap sepakat berkomentar senada soal kepuasaan kondisi sirkuit, infrastrukstur, keamanan dan kenyamanan.” soal lintasan sangat baik, dan ada tantangan menaklukan trek menurun ketika keluar dari tikungan rolling speed. Lintasannnya sangat bervariatif dan mendorong pembalap dan motor menjaga ritme dan kondisi untuk mempertahankan durabilitasnya. Penonton tertib, saya pribadi dan kawan – kawan pembalap lainnya sangat hepi dengan situasi balapan di Aceh Timur dan istimewanya apresiasi Bupati sangat baik salah satunya menambah hadiah lebih besar dari tradisi final motoprix. Jujur ini semua event Motoprix pecah dengan event Aceh Timur,” Bilang Fitriansyah kete, pembalap tim Honda Sidrap Daya Trijaya Racing.

Selain memperhitungkan soal kelayakan lintasan mulai dari aspal dan lay outnya, panitia juga memasang 1500 pagar BRC. Puluhan ribu pasang mata menyaksikan langsung sepanjang pagar BRC berjumlah 1500 x 4 meter mengelilingi Lintasan. Bentangan aspal berkualtas baik kombinasi trek datar dan naik turun baik pada tikungan dan trek lurus. Pembalap sekaliber rapid Topan Sucipto dan Fitriansyah Kete menikmati balap dengan full performa dengan perlawanan sengit dari Renggi Lukmana dan Reynaldi Rere Pradana. Jalannya kompetisi memang menjadi bagian pertunjukan pesta rakyat Aceh Timur dengan penghujung menghasilkan pembala terbaik dari MP 1- MP 2 – MP 3 – MP 4. Hasilnya menetapkan  Reynaldi Pradana meraih gelar juara Indonesia kelas MP1 musim 2017 hasil dari podium pertama di race 1 dan finish ke dua di race 2. Rere dengan point penuh 50 dikelas MP 1, mengungguli  Renggi Lukmana di posisi runner up Indonesia dengan point 40.

Sedangkan MP 2 juara Nasionalnya adalah Rapid Topan Sucipto dengan total point 45 mengungguli Dicky Ersa dengan perolehan point 36. Untuk MP 3 dan MP 4 penguasa podium jawara Motoprix 2017 diraih oleh Afridza Syah asal tim Sidrap Daya Trijaya Racing. Motor pembalap asal Jawa Barat ini terbukti lebih kuat dan lebih cepat meninggalkan pesainganya. Afridzah sempurna meraih 50 point hasil dua podium pertama di race 1 dan race di kelas MP 3 dan MP 4.

Satu catatan penting dari Grand Final Motoprix di sirkuit NP Pemkab Aceh Timur adalah apresiasi Bupati untuk sang juara dengan menambahkan hadiah 10 juta untuk juara Nasional sebgaai tambahan hadiah 10 juta dari kejurnas PP IMI.Penonton Aceh Timur dengan Volume antusias sangat tinggi dan sangat tertib dalam menyaksikan pertarungan pembalap jawara region. Siapa bilang suasana di Aceh Timur tidak aman dan sulit untuk kuliner? Jawabannya adalah situasi sangat aman, penduduknya ramah tamah, kuliner tersebar dimana – mana. Jadi dengan histori, semangat dan situasi dan kondisi aceh Timur sangat layak dalam menyelenggarakan event balap berskala Nasional. Apalagi sang Raja Aceh Timur  yang dijuluki oleh rakyatnya sebagai Bupati Racing ini, adalah sosok pemimpin yang peduli dengan pembangunan infrastrukstur, pariwisata,industry, pengolahan hasil alam dan kegiatan event balap yang baginya sangat ada keterkaitan di balik hobinya di automotif. Sasaran kedepannya, bersiap membangun sirkuit road race dan motocross permanen dengan luas 30 hektar. Siapa Bilang Aceh Timur tidak berkualitas..Aceh Timur Bereh.

.