Home Road Race WSSP 300 Jerez, Spanyol – Mental Juara Galang Hendra Bukukan Sejarah Baru...

WSSP 300 Jerez, Spanyol – Mental Juara Galang Hendra Bukukan Sejarah Baru Di Balap Level Dunia

1520
0
SHARE

Usaha Galang Hendra Pratama( GHP ) untuk selalu memperbaiki hasil sejak pre practice  hingga race WSS 300 di Sirkuit Jerez Spanyol membuahkan hasil sebagai juara. Podium utama dihasilkan oleh GHP untuk mengibarkan sang saka Merah Putih dan Kumandangkan lagu Indonesia Raya. Airmata Indonesia raya begitu tertanam di benak Putra pertama Desy Prasanti dan Dicky Hestu.

Momentum spesial mencatat sejarah ini karena untuk pertama kalinya Galang Hendra tampil di sirkuit Jerez Spanyol yang memiliki panjang lintasan 4423 meter. Sirkuit yang dibuka tahun 1985 dan pertama kali menjadi tuan rumah  WorldSBK pertamanya pada tahun 1990, hingga menjadi langganan motoGP.  . Sirkuit Jerez memiliki trek lurus sepanjang 600 meter dengan total panjang trek 4423 meter. Terdiri dari 13 tikungan, 8 ke kanan & 5 ke kiri. Layoutnya  menantang dengan gabungan high speed corner, slow hairpain/corner dan perubahan elevasi konstan

Hasil juara yang diraih Galang tidak didapat dengan mudah,  dengan skill dan mentalnya bisa melawan anak-anak  Eropa yang terkenal tanpa kompromi. Sejak awal lomba pebalap kelahiran Yogyakarta ini memasang strategi dengan mengukur racing line acak dan meladeni segala aksi pebalap Eropa. Galang dan mekanik tim Motox Racing memang memang kompak dengan urusan menyeting YZF-R300 sesuai keinginan pebalap bernomor start #55. Hasilnya, Galang Hendra Pratama mencatat sejarah prestasi pebalap Indonesia di ajang balap dunia.

Hasil podium satu dari Galang Hendra ini juga mengajak operator untuk memutarlagu pemenang dari luar kebiasaannnya . Kali ini sang operator memang belum menyiapkan secara penuh lagu Indonesia Raya diputar secara penuh.

Kelas WSSP300 di Jerez yang berlangsung dalam 11 lap, Galang Hendra yang start dari posisi ke-8, pada lap awal naik ke posisi 6. Sisa lap menjelang last lap Galang meraih posisi kedua. Keputusannya untuk tetap mengacak racing line diterapkan pula saat menjelang garis finish Galang terus berjuang dan roda depan YZF-R300 #55 lebih cepat 0,026 detik menyentuh garis finish dan mengungguli  Scott Derou (MTM HS Kawasaki).

Prestasi sejarah ini sekaligus menutup kepopuleran peraih gelar juara dunia WSSP300, pada akhirnya direbut Marc Garcia (Halcourier Racing). Walaupun finish ke-4, Garcia yang juga membesut YZF-R3 dapat mengalahkan rival terberatnya, Antonio Coppola (SK Racing) yang menyelesaikan lomba di deretan ke-3.

Berikut ini adalah perjalanan GHP sebelum membukukan  sejarah kemenanga pebalap Indoensia di ajang balap dunia. Dalam sesi latihan bebas pertama Jumat (20 Oktober), Galang Hendra meraih catatan waktu 1 menit 57.142 detik dan menempati posisi 11. PadaFree Practise (FP ) 1, galang fokus mengenali sirkuit dan mencoba beberapa settingan terutama pada perbandingan final gear.  Pada FP2 dengan performa impresifnya, berhasil . menempati di posisi ke-4 dengan meraihcatatan waktu yang lebih cepat 0.802 detik sekaligus mencetak top speed terbaik 187,6 km/jam.

Dari hasil kombinasi dari dua sesi latihan bebas, maka Galang berada di posisi 5. Adapun 10 pembalap yang melaju ke babak penentuan grid-start  (Superpole 2) adalah Bonoli, Coppola, Garcia, Gonzalez, Galang Hendra, Derque, Schotman, Rusmiputro, De La Vega & Valle. Sesi  ini memperebutkan posisi start dari 1-12 bersama 2 pembalap tercepat pada sesi Superpole 1.

Rider usia 18 tahun dengan pacuan YZF-R3 ini mengukir waktu 1 menit 55,849 detik atau berbeda 0,902 detik dari Luis Garcia yang ada di pole position. Ataupun hanya memiliki gap sekitar 0.076 detik saja dengan Coppola yang merupakan rider regular WSSP300 dan berada di posisi ke-2 klasemen sementara dibawah Luis Garcia. Galang Hendra bukan saja membukukan sejarah baru untuk balap level dunia, tapi membuktikan kualitas mental juara kepada 6 pebalap lainnya dalam satu tim Yamaha bLU cRU.