Home Rally ISSOM Seri 5 Sentul – Pebalap Muda Mempertajam Catatan Waktu, Aldio Kokoh...

ISSOM Seri 5 Sentul – Pebalap Muda Mempertajam Catatan Waktu, Aldio Kokoh di Puncak Klasemen

1015
0
SHARE

Indonesia Racing – Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) kembali digelar di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Minggu ( 24/9 ). ISSOM 2017 masih akan mempertahankan konsep sportainment, gabungan sport dan entertainment, di mana ABM menilai konsep tersebut lebih menarik dan memberikan nilai tambah bagi penonton.

Untuk musim ini masih akan ada 10 balapan digelar di setiap serinya dengan menggunakan kelas Super Touring dan Super Car. Namun ada satu kelas untuk para penggemar mobil-mobil Jepang baru  yakni Japan Super Touring Championship (JSTC), yakni untuk mobil-mobil Jepang. Musim ini yang baru adalah adanya kelas Japan Super Touring Championship.

Peserta selain pebalap senior seperti Benny Santoso,  juga terdapat Aldio Oekon selaku pebalap muda berbakat di ajang Indonesia Sentul Series of Motorsport [ISSOM] 2017. Aldio kembali membuktikan ketajamannya dengan meraih podium juara pertama di kelas European Touring Car Championship (ETCC ) 2000 Master di ajang ISSOM 2017 putaran 5 yang digelar di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Minggu [24/9] akhir pekan kemarin.

Hasil ini membuat Aldio semakin kokoh di puncak klasemen kelas ETCC 2000 Master dan berpeluang besar untuk meraih gelar juara umum. Bagi Aldio, perlombaan di putaran 5 ini berlangsung dengan sangat seru dengan lintasan basah akibat hujan. Dibawah cuaca kurang bersahabat ini, Aldio juga bertarung langsung dengan pebalap seangkatannya seperti Radityo Mahendra dan Gerhard Lukita, juga berhadapan langsung dengan pebalap senior Benny Santoso.  Keberhasilan Aldio adalah memanfaatkan dengan sempurna beberapa momen berharga mengamankan posisinya hingga finish.

Hasil akhir, Aldio menduduki podium pertama, diikuti oleh Radityo di posisi kedua, serta Gerhard di posisi ketiga. Saat ini Aldio mengumpulkan 12 point  ETCC 2000 Master dan posisi pimpinan klasemen akan diuji dalam dua putaran berikutnya

Pada kelas ITTC, Pembalap Honda Racing Indonesia (HRI), Alvin Bahar kali ini belum beruntung untuk berada di podium juara. Akibatnya sulit untuk meraih gelar juara umum.  Pasalnya terpaut poin cukup jauh dari pembalap Toyota Team Indonesia (TTI), Haridarma Manoppo yang sukses menggapai podium juara hingga seri kelima. Tampil di kelas ITCC Max,Alvin Bahar didampingi rekan setimnya Rio SB dengan mesin dengan suku cadang lama pada Honda RS, sedangkan Haridarma mempunyai mesin yang di support TRD Jepang. Kali ini Alvin meraih podium kedua dan posisi ketiga di tempati Alinka Hardianti dari TTI. Sehari sebelumnya Alvin Bahar sukses merebut superpole.Putra pebalap legendaris almarhum Aswin Bahar ini mempunyai kebanggaan dengan beberapa seri mencatat waktu tercepat dan mencetak superpole di sesi kualifikasi, termasuk di seri 4 ISSOM Agustus lalu di lintasan jalan raya BSD.

Selain konsep sportainment, ISSOM di perlengkap dengan belasan race penuh  persaingan ketat antara tim dan pembalap unggulan.Kelas tambahan yang mendapat daya tarik penonton, antara lain Kelas Lamborghini Super Trofeo, Ferrari F430 Competizone Indonesia, Honda Jazz Speed Challenge, European Touring Car Championship (3000cc, 2000cc, Novice), Indonesia Retro Race (2000cc, 1600cc), MB INA Cup, Old Skool Racing Championship, Super Car Champion Ship dan Super Touring Championship.

Sedangkan pada kelas  Super Touring Car 1, M Ichsan pebalap Elig Racing Team meraih podium pertama. Rahasia sukses M. Ichsan yang start pada posisi 17 adalah diperkuat dengan strategi teknik balap late braking ketika keluar masuk tikungan.Ichsan Honda Genio dan bermain di kelas STC 2.100 berhasil melewati 13 pebalap yang berada di depannya.

Pada perlombaan di kelas SC-6 Avantgarde, Performa Bimo pebalap Mercedes-Benz Club Indonesia Race Championship (MBCIRC) tampil sempurna. Hasil ini, sekaligus mengacak perolehan poin pebalap dalam klasemen sementara. Dengan mengendarai Mercedes-Benz W201 sejak kualifikasi merepotkan pebalap peringkat atas lainnya seperti Davi Saputra dan Yoga S Prabowo . Dalam putaran ISSOM, berhasil merusak tatanan perolehan poin sejak babak kualifikasi. Meski mengalami drama mobilnya sulit hidup saat start dan harus didorong oleh marshall. Dengan bobot mobil lebih ringan yaitu 1.100 kg dibanding pesaingannya dikisaran 1.200 kg dan 1.300 kg. “ Traksi lebih sempurna memakai bobot ringan, karena lebih cepat saat keluar tikungan,” jelas Bimo. Penentuan gelar juara akan ditentukan pada dua seri terakhir 21-22 Oktober dan 25 -26 Nopember.