Home Road Race IRS Sentul – Hasil Berguru Workshop Tuning Custom Mempertajam Feeling Menentukan Set...

IRS Sentul – Hasil Berguru Workshop Tuning Custom Mempertajam Feeling Menentukan Set Up Handling.

808
0
SHARE

Era mekanikal pada engine telah mulai terbagi dengan teknologi electrical yang semuanya dalam katagori Power. Power sempurna jika Handling tidak tepat, jangan berharap dapat maksimal. Kini, saatnya pebalap dan tim mekanik juga prioritaskan memperdalam pengetahuan set up suspensi agar power mesin lebih terbantu performanya. Keuntungnya, pebalap akan lebih komunikatif dan paham untuk menjelaskan maupun menyeting suspensi motor suspensinya. Pastinya tidak tergantung menunggu teknisi produk suspensi untuk setup. Bekal memburu pengetahuan dari TDR Workshop Tuning Custom membawa tim asal Bali ini sukses menggapai podium hasil set up sendiri. Suspensi menjadi penentu jeli tidaknya melakukan set up yang tepat, terutama pada kelas OMR dengan power mesin semua setara.

Ricky Susanto melanjutkan performanya dari wildcard ARRC seri 4, sukses meraih podium kedua untuk dua kelas yang diikuti rider Furukawa TDR Vrooam Puma Bali. Rider putra Andy Susanto membuktikan hasil berguru soal suspensi di TDR Technology Center ( TTC ). Keputusan untuk memperdalam kemampuan teknis soal suspensi adalah hasil koreksi dari penampilannya di ARRC. Kali ini, tim asal Bali ini lebih percaya diri menggunakan YSS Suspension dibanding merk lain yang dipakai saat bertarung dengan pebalap tingkat Asia. Prediksi dalam IRS ini adalah kunciannya perang suspensi dan skill pebalap, memang terjadi. Hasilnya, bekal ilmu berguru  dengan Benny Rahmawan Head R&D TDR High Performance, baik Ricky dan tim mekanik lebih mendapatkan pasokan berbagai tingkatan dan mengatasi problem suspensi.

Ricky dan tim mekanik sepakat setelah menemukan set up YSS Suspension belakangnya, sejak latihan hari Kamis hingga free practise lebih memfokuskan setingan  untuk suspensi depan. “ Saya dan tim mekanik telah mendapatkan setingan suspensi belakang dengan mudah hasil menerjemahkan mengikuti pelatihan di TDR Technology Center, makanya lebih prioritaskan menyeting suspensi depan, Malah suspensi belakang baru di tengok saat menjelang race di hari Minggu dan memang set up nya sesuai dengan karakter balap saya,” Jelas Ricky.

Dengan bekal mengikuti training Power dan Handling secara estafet di TTC, semakin mempertajam catatan waktu dengan menggunakan set up suspensi dengan benar sesuai kebutuhan. Hasilnya memang perpaduan skill dan tipikal balap bersinergi dengan suspensi yang lebih mudah di seting. Kali ini, Ricky telah dapat memangkas proses informasi rider ke mekanik untuk mendapat setingan sempurna soal suspensi. Paduan feeling dan bekal ilmu set up suspensi, menjadikan pebalap lebih ringkas menentukan setingan sesuai kebutuhannya. “ Setelah mengikuti berbagai training di TDR saya lebih kuat tingkat Setting sensitif menyangkut performa sebagai penentu untuk parameter ukuran reborn dan compression disesuiakan dengan kondisi lintasan. Makanya saya lebih mudah mendapatkan struktur ilmu seting suspense seperti perpaduan tekanan angin, bobot motor, bobot pembalap dan motor  untuk mengukur jarak rebound pada suspensi,” ujarnya

Kendalanya masih terhalang setingan up side down CBR250RR yang masih labil, untungnya terbantu dengan performa shock breker belakang YSS Suspension yang membuat motor lebih anteng dikendalikan. Hasil dari berguru soal handling di TDR Technology Center ( TTC ) juga dirasakan manfaatnya oleh Ahmad Marta yang telah mnedapatkan setingan sempurna untuk suspensi depan dan belakang. Update terbarunya suspensi Up side down CBR250RR rider asal tim WDM VROOAM YSS APITECH AM83 lebih sempurna performanya dibanding seri-seri sebelumnya.

Kali ini Up side down CBR250RR AM I 83 lebih nyaman dan lebih cepat ketika masuk dan keluar dari tikungan. Keistimewaan lainnya motor lebih anteng dan minim getaran ketika terjadi hard braking. Hasil performa suspense depan berkat mendapatkan tingkat setingan sempurna pada volume oli dan tingkat kekerasan reborn. “ Motor lebih nyaman dan enteng dikendalikan, handling dan body balance motor lebih terjaga sehinga saya lebih mudah take over lawan saat masuk atau keluar tikungan,” Ujar AM I 83 inisial rider berdarah Arab ini.

Race kedua OMR CBR250, sejak bendera start dikibarkan Memimpin didepan hingga menjelang lap terakhir, mulai terasa suara berisik dari radiator di titik tikungan S kecil. Power motor langsung drop akibat selang radiator pecah dan terpecah dari persaingan barisan pertama, hasil akhir Ahmad Marta berada di posisi 6.

Kurang beruntungnya Marta, dapat terisi oleh Ricky Susanto yang juga menggunakan YSS Suspension. Ricky juga mengalamai over heat di mesinnya empat lap sebelum finish. Menyikapi over heat pada mesinnya, agar dapat menjaga performa motornya, terbantu setingan suspensi yang memperingan kinerja mesin di tikungan. Ini salah satu keuntungan dari Ricky dengan mengikuti TDR Workshop Tuning Custom training dan traning private katagori Handling.

Kesan yang didapat oleh Ricky dan Tim dalam menggunakan YSS Suspension lebih mudah mempertajam catatan waktu dan bertarung lebih nyaman dengan mendapatkan kesempurnaan handling. YSS Suspension fitur dan teknologinya dengan keistimewaan lebih mudah dan ringkas diseting dan teknologinya menyiapkan performa untuk menaklukan bebrbagai macam lintasan. Saatnya menggunakan produk terutama pada power dan handling ( suspensi ) dengan pelayanan pelatihan, garansi layanan after market terlengkap dan informatif.

Photo by : S.Kuntjoro Kulfi