Home Featured Mini Thailand Talent Cup – Rider Indonesia Kumandangkan Indonesia Raya di Podium Pertama

Thailand Talent Cup – Rider Indonesia Kumandangkan Indonesia Raya di Podium Pertama

751
0
SHARE

Kiprah perdana rider Indonesia mengikuti seri ketiga Thailand Talent Cup (TTC) 2017 meraih podium pertama dan berhak mengibarkan sang saka Mereh Putih.Duo pebalap muda jebolan Astra Honda Racing School (AHRS), Mohammad Adenanta Putra dan Mario Suryo Aji, terus mengisi barisan depan pebalap TTC pada seri ketiga di Chang International Circuit, Buriram, Thailand. Sesi kualifikasi menempatkan Adenanta pada posisi start ketiga diikuti Mario pada posisi start keempat (15/9).

TTC 2017 berlangsung 4 seri di Thailand, para pebalap bersaing menjadi yang tercepat dari dua babak balapan. Di seri ketiga ini, PT Astra Honda Motor (AHM) menurunkan pebalap binaannya Mohammad Adenanta Putra dan Mario Suryo Aji, untuk beradu kecepatan dengan 15 pebalap Asia lainnya menggunakan Honda NSF250R.

Pada balapan pertama yang dihelat Sabtu (16/9), Mohammad Adenanta Putra membuat momen bersejarah dengan meraih podium tertinggi dan mengibarkan bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di ajang balap ini. Pebalap asal Magetan, Jawa Timur berusia 13 tahun ini menjadi pebalap TTC tercepat yang finish pada posisi pertama dengan catatan waktu 1:49.069 dalam menuntaskan 10 lap.

Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM)  mempunyai bekal skill dan mental untuk  mengibarkan bendera Merah Putih di hadapan public Thailand. Performa terbaik kedua rider muda belia Indonesia ini pada balapan kedua hari Minggu (17/9). Adenanta memulai dengan start yang baik dan langsung naik ke posisi 2. Sepanjang balapan berjalan, pebalap ini terus berjuang melawan gempuran pembalap tuan rumah. Usaha mengejar posisi 1 pun semakin berat karena pembalap tuan rumah sangat agresif menekan posisi Adenanta. Namun, Adenanta sukses untuk mempertahankan posisi 2 hingga menyentuh garis finish. Bendera Merah Putih pun kembali berkibar di gelaran TTC 2017.

Adenanta koreksi hasil race pertama untuk lebih  fokus dan konsentrasi di race kedua. Salah satu efek tidak konsentrasi, saat melakukan kesalahan saat start. Hasilnya saat bendera start dikibaskan, Adenanta berhasil melepaskan diri dari kepungan dan tekanan dari sekitar lima pebalap Thailand dan tetap mempertahankan posisi kedua.

Pebalap Indonesia lainnya yang juga kelahiran Magetan Jawa – Timur, Mario Suryo Ajmembuktikan mental bertarungnya. Pada balapan pertama, Mario sempat memimpin jalannya balapan pada lap-lap awal. Jarak antar pebalap memang rapat sekali, hingga terjadi insiden senggolan yang menyebabkan Mario Out dari racing line. Hingga finish, pebalap berusia 13 tahun ini menempati posisi ke tujuh.

Pada lap  pertama race kedua, Mario berusaha meyempurnakan performanya hingga berada diposisi 5 besar. Pada lap kedua ersenggolan kembali dan membuatnya turun ke posisi 9, kemudian memperbaiki posisinya di urutan ke tujuh pada lap ke lima. Pada lap terakhir, Mario naik ke posisi lima dan sempat disalip pebalap Thailand di R4.  Hasil akhir,Mario akhirnya sukses mengunci posisi lima hasil over take dari pebalap tuan rumah.

Astra Honda Racing School ( AHRS ) merupakan landasan tempaan skill balap para pebalap muda Tanah Air. Hasil pembinaan AHRS memang telah terbukti berprestasi di ajang balap nasional maupun Internasional.

General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM A. Indraputra mengungkapkan apresiasi tinggi bagi kedua pebalap muda AHM yang mampu bersaing dengan pebalap-pebalap Asia lain hingga mencetak prestasi membanggakan untuk bangsa. Kendati ini merupakan yang pertama kali bagi kedua pebalap muda ini mengaspal di sirkuit internasional, mereka berhasil mempraktikkan berbagai ilmu yang diterima selama belajar di Astra Honda Racing School berhasil di sepanjang balapan hingga berhasil mengibarkan bendera Merah Putih dari podium.