Home Road Race Motoprix Tasikmalaya – Persaingan SetUp ECU dan Memilih Ban

Motoprix Tasikmalaya – Persaingan SetUp ECU dan Memilih Ban

497
0
SHARE

Seri Motoprix Region 2 Jawa di sirkuit Bukit Peusar, tasikmalaya Jawa- Barat memang masih lanjutan dari persaingan MX- King dan sonic 150 di kelas MP 1 ( 150cc ). Analisa teknik soal perubahan cuaca menjadi perhatian extra seluruh racing team soal perubahan cuaca antara panas dan basah di sirkuit Bukit Peusar, Tasik, Jabar. Pemiliahn tipe ban memang berisiko fatal, Itu yang dilakukan Syahrul Amin (Yamaha NHK Bahtera RT) dan kebetulan pas dengan kondisi Bukit Peusar saat race Bebek 4T TU 150 Seeded. Saat kualifikasi Syahrul Amin memilih tipe ban intermediate. Menjelang race, terjadi perubahan cuaca lagi antara panas, dikombinasi lintasan pada beberapa titik masih basah. Perkawinan ban slick dan semi slick menjadi keputusan tepat bertarung dengan sempurna.

Syahrul Amin sekaligus membuktikan power MX-King yang di pacu Syahrul 30 HP tidak terlalu besar dibanding rekan setim dengannya bisa 32 HP. Untuk mengakali kekurangan power mesinnya, Syahrul Amin cerdas kasih input untuk set up suspensi. Keuntungan rider asal Papua Barat power mesin motornya lebih kecil justru menguntungkan dengan kondisi lintasan kurang normal.

Pertarungan kelas puncak ini memang penuh drama ketegangan. Duel Fitriansyah Kete (Sidrap Honda Trijaya) dan Rafid Topan (Yamaha Syafina RT) menjadi daya tarik ribuan penonton Tasikmalaya. Tapid Topan saat PON Jawa Barat di sirkuit yang sama sukses mendulang emas di optimis dapat menguasai pertarungan. Topan memimpindi alp- lap awal, dapat diovertake Kete dilap ke-3. Merasa terpaut rapat dengan kete, Topan tetap menekan dan sukses bikin Kete melebar.

Pertarungan semakin menarik dan ketat, setelah Richard Taroreh (Yamaha Yamalube Jasti Putra NHK FDR 549 Kaboci) jatuh. Padahal, rider asal Papua itu sempat merengsek ke barisan depan. Kemudian giliran Rafid Topan dan Anggi Permana, rekan satu tim Kete yang out. Sejak itu, Syahrul Amin melenggang jauh hingga finish. Penonton lebih antusias menyaksikan Duel Boy Arbi Vs Dicky Ersa dalam memperebutkan posisi kedua.

Pertandingan MP 1 ini memang menjadi sentra perhatian pada seting ECU dan pemilihan tipe ban. Persaingan fitur dan maping para tekhnisi ECU meski ada susasan antara modif dan reset ulang ke posisi awal atau standar . Umumnya motor mendapatkan kenaikan 0,7 dk hasi perkawinan modifikasi piston dan set up ECU. Bahkan beberapa mekanik mengakali memperpanjang velocity dengan alasan kebutuhan speed terarah ke throttle body. MX-King dan Sonic akan terus melanjutkan duel klasik dikelas bergengsi Kejurnas Motoprix. Jeli memilih ban dan set ECU dan membaca cuaca di sirkuit, itu yang akan menjadi pemenang.